Beranda Peristiwa nasional Gunung Merapi Meletus
Banner
Banner

Hot News

Fenomena Obat Pelangsing Berbahan Narkotika
26/08/2013 | endro rhs
article thumbnail

Langkah lanjutan sedang dikoordinasikan antara Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DKI dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini berkaitan ada temuan di lapangan, yang patut diwaspa [ ... ]


Temu Dewan Syuro Balai Wartawan Polri
05/08/2013 | endro rhs
article thumbnail

Pada tanggal 1 Agustus 2013, bertempat di Lumbung Desa, Kebayoran Baru, terjadi diskusi masalah narkoba. Acara buka puasa yang berlangsung santai, dijadikan semacam forum diskusi, oleh Badan Narkotika [ ... ]


Sex, Lies & Cigarettes

Banner
Banner

 

Gunung Merapi Meletus PDF Print E-mail

Yogyakarta (261010) - Gunung berapi aktif di Indonesia Merapi petang ini meletus dengan mengeluarkan awan panas yang tercatat sejak pukul 17.02 WIB.

"Sejak 17.02 WIB hingga 17.34 WIB terjadi empat kali awan panas dan sampai sekarang awan panas terus muncul susul menyusul tidak berhenti," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Surono di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, munculnya awan panas tersebut menjadi tanda sebagai erupsi Gunung Merapi.

Awan panas pertama yang muncul pada pukul 17.02 WIB tersebut mengarah ke barat, namun awan panas berikutnya tidak dapat terpantau dengan baik karena kondisi cuaca di puncak Merapi cukup gelap dan hujan.

Sirine bahaya di Kaliurang Sleman berbunyi pada pukul 17.57 WIB, dan pada pukul 18.05 WIB Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menarik semua petugas dari pos pengamatan.

"Pada 2006, awan panas terjadi selama tujuh menit, namun pada tahun ini awan panas sudah terjadi lebih dari 20 menit," katanya.

Lamanya awan panas tersebut, lanjut dia, menunjukkan energi yang cukup besar.

Pada pukul 18.00 WIB terdengar letusan sebanyak tiga kali yang terdengar dari pos Jrakah dan pos Selo yang disusul dengan asap membumbung setinggi 1,5 kilometer mengarah ke selatan.

"Tipe letusan Merapi sudah dipastikan eksplosif," katanya. (E013/K004)

Sumber: Antaranews.com